Dalam sebuah wawancara candid dengan Motorsport Aktuell, eks-pembalap Renault itu mengaku menerima perlakuan jauh beda dari rekannya Lewis Hamilton --yang lantas jadi juara dunia. Mobilnya, aku Kovalainen, sering diisi bahan bakar jauh lebih banyak dari Hamilton pada sesi ketiga kualifikasi --sesi penentu untuk meraih posisi start.
Hal itu lantas membuat mobilnya menjadi lebih berat dan sulit melaju cepat. Alhasil, kian kecil pula peluangnya mendapat hasil bagus, yang juga berimbas pada hasil balapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan hasil tak maksimal saat berburu posisi start, Kovalainan pun kerap harus mengawali balapan dari grid yang kurang memuaskan dengan lalu lintas pembalap yang padat sehingga kehilangan waktu berharga.
"Hal ini jelas juga berdampak dalam balapan," sergah pembalap asal Finlandia itu.
Harapan Kovalainen tentu adalah agar hal serupa tak lagi terulang di musim-musim depan agar dia bisa meraih hasil lebih memuaskan.
"Tim tahu betul apa yang terjadi. Kalau saya bisa lebih sering ada di depan maka saya akan bisa menang lebih banyak. Jadi itu harus diperhatian di tahun-tahun ke depan," demikian dia.
(krs/a2s)











































