Honda menyatakan mundur dari ajang balap jet darat setelah krisis keuangan global berimbas pada menurunnya penjualan mobil mereka. Alhasil budget 500 juta dolar AS yang harus mereka keluarkan untuk mendanai kegiatan tim Honda Racing F1 sangat sulit untuk dipenuhi.
FIA menyatakan bahwa hal ini bukan semata karena krisis ekonomi global, tetapi juga karena biaya untuk berlaga di F1 yang terlewat mahal. Krisis ekonomi global hanyalah salah satu pemicu untuk meledakkan kondisi yang pada awalnya memang sudah mengkhawatirkan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, langkah apa yang akan diambil oleh FIA? Mereka berencana untuk melakukan rembukan dengan pemegang hak komersil F1 dan tim-tim yang berlaga di dalamnya untuk membahas masalah ini. Nantinya, diharapkanmuncul solusi untuk membuat sisi finansial dalam F1 menjadi lebih stabil.
"Sebagai penanggung jawab dari olahraga ini, FIA memiliki komitmen untuk bekerjasama dengan pemegang hak komersil dan anggota FOTA (Asosiasi Tim Formula 1) yang tersisa untuk memastikan bahwa F1 bisa stabil secara keuangan."
Setelah perusahaan induknya memutuskan untuk mundur, tim Honda Racing kini tengah mencari pemilik baru yang bersedia mendanai mereka. Dua petinggi Honda Racing, Nick Fry dan Ross Brawn, masih berharap untuk bisa ikut berlaga dalam balapan F1 musim depan.
Β (roz/key)











































