Lima Tim Top Lanjut di F1

Lima Tim Top Lanjut di F1

- Sport
Sabtu, 06 Des 2008 20:07 WIB
Lima Tim Top Lanjut di F1
Jakarta - Bos FIA Max Mosley telah mewanti-wanti kemungkinan ada tim-tim lain yang menyusul Honda mundur dari ajang Formula 1. Namun lima tim top menyatakan bertahan dan mengikuti kompetisi musim 2009.

Tak lama setelah Honda memutuskan hengkang karena alasan finansial, Mosley menyuarakan kekhawatirannya bahwa jika F1 tidak melakukan terobosan besar dalam memangkas ongkos operasional, maka semakin banyak tim yang bangkrut dan tak sanggup meneruskan balapan.

Fakta bahwa tim-tim besar rata-rata menghabiskan dana hingga 300 juta poundsterling (atau sekitar Rp 5,3 triliun) per tahun dinilai sudah terlalu besar, terlebih jika dikaitkan dengan resesi ekonomi global saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toyota adalah salah satu tim yang disebut-sebut terancam mengikuti jejak Honda. Namun tim pabrikan Jepang itu telah menegaskan bahwa mereka akan mengikuti balapan 2009 dan terus mencari cara untuk mengurangi pengeluaran. Β 

Selain Toyota, yang musim ini finish di peringkat lima klasemen konstruktor, empat tim top lainnya juga dipastikan bertahan. Mereka adalah Ferrari, McLaren-Mercedes, BMW-Sauber, dan Renault.

Asosiasi tim-tim F1 (Fota) telah mengadakan pertemuan hari Kamis lalu untuk mendiskusikan proposal-proposal guna mengamankan masa depan olahraga ini. Walaupun belum ada detilnya, tapi dinyatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk memangkas biaya secara substansial untuk musim 2009 dan 2010, serta menelurkan beberapa inisiatif baru untuk menjadikan F1 tetap menarik.

Sementara itu, tim-tim medioker seperti Red Bull, Toro Rosso, dan Force India juga diperkirakan mampu bertahan dari badai krisis. Dukungan dana yang kuat dari para pemilik tim adalah dasar keyakinan tersebut.

Dilansir BBC, sejauh ini hanya Williams yang belum mengeluarkan pernyataan terkait keadaan ini. Mantan raksasa F1 ini, yang merupakan satu dari sedikit tim independen F1 saat ini, sepertinya masih berhitung-hitung karena tiga sponsor utama mereka yaitu RBS, AT&T, dan Philips mengalami kerugian besar dalam bulan-bulan terakhir.

(a2s/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads