Diskusi tentang masa depan F1 sedang hangat-hangatnya menyusul mundurnya Honda karena alasan finansial. Sebagian kalangan memprediksi akan ada lagi tim yang mengikuti jejak pabrikan Jepang tersebut.
Jika jumlah tim berkurang, berarti jumlah mobil yang turun ke trek balapan pun berkurang. Musim 2008 diawali dengan 11 tim, dan di akhir tahun tinggal sembilan, setelah Super Aguri lengser di awal Mei. Jika ada satu tim lagi yang tak sanggup bertahan, itu berarti balapan tinggal menyisakan 16 mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan kalau tinggal tujuh tim, kita masih punya 21 mobil di sirkuit," tukas Parr. "Menurut saya, jauh lebih baik memiliki tujuh atau delapan konstruktor (saja) daripada tujuh atau delapan konstruktor dan tiga atau empat tim-tim 'pelanggan'."
Yang dimaksud Parr sebagai tim pelanggan (customer team) adalah tim yang tidak membuat disain dan mobilnya sendiri sebagai sebuah konstruktor. Almarhum Super Aguri, misalnya, menggunakan mobil Honda versi 2007 pada balapan 2008, sementara Toro Rossi menggunakan disain mobil dari perusahaan induknya, Red Bull.
Regulasi Formula 1 saat ini menyebutkan bahwa setiap tim harus menurunkan tiga mobil apabila jumlahnya kurang dari batas minimum. Hanya saja konsenkuensi itu bisa menambahkan biaya.
Terkait usulan ini, McLaren sudah siap memiliki partner di tim Force India, yang bulan lalu setuju menggunakan mesin dan girboks Mercedes, serta beberapa bantuan teknis lainnya. Ferrari juga menyuplai mesin untuk Toro Rosso. (a2s/key)











































