Dalam wawancaranya dengan majalah Jerman Die Zelt, juara dunia tujuh kali itu antara lainΒ membicarakan kematian yang bisa menjemputnya setiap kali turun ke lintasan balapan.
"Kecelakaan yang menewaskan Senna di tahun 1994," tuturnya saat ditanya apakah yang tetap dirasakannya sebagai momen paling sulit dalam karir panjangnya di sirkuit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting adalah tahu di titik mana Anda mengambil risiko tak bisa diperhitungkan," tukasnya, seperti dikutip dari F1live.
"Aku selalu berusaha mencapai limit, tapi kadang-kadang nasib buruk bisa menimpa, seperti waktu di Silvertone," tambah dia, merujuk pada insiden di GP Inggris 1999 yang menyebabkan kakinya patah.
Schumi kini sudah berhenti dari olahraga menantang maut itu. Namun ia masih menikmati aktivitas yang mengandung risiko tinggi seperti terjun payung dan balapan motor.
"Aku tak punya tujuan tertentu dengan balap motor karena sudah terlalu telat aku memulainya. Karir profesionalku sudah berlalu dan sekarang aku hanya ingin menikmati diri sendiri," pungkasnya.
(a2s/a2s)











































