Bernie Kompromi Soal Standarisasi Mesin

Bernie Kompromi Soal Standarisasi Mesin

- Sport
Kamis, 25 Des 2008 03:53 WIB
Bernie Kompromi Soal Standarisasi Mesin
Jakarta - Mendapat banyak resistensi, Bernie Ecclestone keukeuh mempertahankan rencana standarisasi mesin. Namun dia kini mau sedikit berkompromi dan membiarkan tim pabrikan memakai mesin sendiri, meski dengan syarat.

Terkait keinginan untuk memangkas biaya yang dikeluarkan tim F1, Bernie berencana menerapkan standarisasi mesin dalam beberapa musim mendatang. Corworth bahkan sudah dipilih sebagai produsen mesin yang nantinya akan dipakai oleh seluruh tim.

Ide tersebut mendapat tentangan dari beberapa tim besar, Felipe Massa malah menyebut penggunaan mesin standar akan membuat F1 seperti bukan F1 lagi. Namun mundurnya Honda karena terimbas krisis ekonomi global membuat Bernie bersikukuh mempertahankan usulannya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œIni akan sangat dibutuhkan jika kita kehilangan tim pabrikan lagi. Mundurnya Hondaadalah kejutan Empat hari sebelum pengumuman mundur itu mereka meyakinkan kami kalau mereka dalam kondisi baik. Tapi mereka mungkin bukan satu-satunya tim yang saya duga akan mundur,” ungkap Bernie seperti diberitakan Crash.

Tapi supremo F1 itu bukan berarti tak menanggapi protes yang mengarah padanya terkait rencana standarisasi mesin. Pada tim pabrikan yang menyuarakan protes paling keras terhadap rencana tersebut, dan bahkan berencana mundur jika standarisasi mesin jadi dilakukan, Bernie punya metode alternatif yang mungkin bisa dijadikan jalan keluar.

Nantinya tim pabrikan akan diperbolehkan memformulasi sendiri sebuah mketode yang bisa memastikan akan ada mesin berbiaya rendah buat tim customer dan mengizinkan tim pabrikan memproduksi mesin sendiri namun dengan spesifikasi yang sama seperti yang diajukan Corworth.

β€œIni masih didiskusikan, tapi saya pikir ini tetap akan berakhir dengan pembekuan mesin, diregulasikan sedemikan rupa sehingga tim independen bisa mendapatkan mesin dengan harga yang murah. Saya pikir kami seharusnya memiliki setidaknya satu (produsen) independen di luar pemasok tim yang ada, karena adanya risiko kehilangan satu atau dua tim pabrikan lagi,” pungkas Bernie.


(din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads