Slim Bantah akan Beli Honda

Slim Bantah akan Beli Honda

- Sport
Senin, 29 Des 2008 07:29 WIB
Slim Bantah akan Beli Honda
Jakarta - Isu tentang rencana Carlos Slim Helu akan mengambil alih tim balap Formula 1 Honda berhembus akhir pekan ini. Namun kabar itu langsung dibantah oleh milyuner asal Meksiko tersebut.

Bantahan dikeluarkan oleh sebuah harian lokal di Meksiko, Minggu(28/12/2008), yang mengatakan belum terjadi perundingan take over antara pihak Slim dengan Honda.

"Tidak ada kesepakatan untuk tim Honda. Baik persetujuan ataupun negosiasi," ujar sebuah sumber yang dikuti AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari sebelumnya media lokal di Italia, La Stampa, memberitakan bahwa Slim akan menghidupkan kembali Honda untuk berpartisipasi di F1 musim depan. Honda telah menyatakan mundur dari F1 karena masalah krisis keuangan yang menimpa pabrikan mobil asal Jepang tersebut.

"Penyelamat itu telah datang di saat-saat akhir, Carlos Slim, 67 tahun, orang terkaya kedua di dunia," ujar sebuah pernyataan di La Stampa.

Bahkan harian "Negeri Pizza" tersebut sudah mengabarkan bahwa Jenson Button dan rookie Bruno Senna akan mengisi kursi pengemudi Honda musim depan,walaupun belum ada kesepakatan yang terjadi.

"Berita ini belum pasti sebelum seluruh detail diselesaikan. Tapi dua hal pasti, tim akan selamat dan pembalap yang direktur adalah Jenson Button dan Bruno Senna yang menggantikan posisi Ruben Barrichello," demikian ungkap pernyataan tersebut.

Ditambahkan oleh La Stampa, Bruno Senna, yang merupakan keponakan dari almarhum pembalap legendaris Ayrton Senna, disponsori oleh Embratel, sebuah anak perusahaan dari Telmex, milik Slim. Fakta inilah yang makin menguatkan gosip akan ketertarikan Slim untuk membeli Honda.

Slim, kelahiran Meksiko, 28 Januari 1940, adalah orang terkaya kedua di dunia versi majalah Forbes tahun 2008. Aset kekayaannya diperkirakan mencapai 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp 667 triliun rupiah.

Slim merupakan bos besar dari tiga perusahaan Telekomunikasi raksasa, yaitu Telefonos de Mexico (Telmex), Telcel dan America Movil Companies, yang sangat besar pengaruhnya di Meksiko dan sebagian besar negara di belahan Amerika Selatan.

(a2s/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads