Mulai musim depan, penggunaan bagian aerodinamika membuat sayap depan mobil jadi lebih lebar. Saat bertarung di lintasan, hal itu diyakini Heidfeld akan membuat para pembalap kesulitan.
"Saya pikir itu (sentuhan dengan mobil driver lain) bisa terjadi lebih sering, terutama di awal karena Anda harus terbiasa dengannya," ucap Heidfeld kepada Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembalap asal Jerman itu mengakui bahwa kali pertama dia menjajal sayap depan di uji coba Barcelona November lalu, dia khawatir kalau sayap itu akan mudah mendapat kerusakan dari penggunaan lintasan biasa.
"Saat saya melihat mobilnya untuk kali pertama, saya yakin sayap depan mobil kami akan sudah terkena benturan pada putaran pertama. Tapi itu tak terjadi dan tak ada masalah," komentar Heidfeld.
Dia juga meyakini bahwa saat ini peraturan aerodinamika yang melahirkan modifikasi pada sayap depan itu belum bisa dinilai keefektifannya dalam membuat sebuah mobil menguntit mobil lainnya, guna mempermudah proses menyalip.
"Dengan sayap itu sudah bukan rahasia lagi kalau angin jadi tak terlalu berpengaru sehingga bisa memudahkan pengendaraan. Tapi saat ini masih sulit menegaskannya," demikian Heidfeld.
(krs/arp)











































