'Krisis F1 Akibat Kesalahan Sendiri'

'Krisis F1 Akibat Kesalahan Sendiri'

- Sport
Senin, 05 Jan 2009 18:56 WIB
Krisis F1 Akibat Kesalahan Sendiri
Jakarta - Mundurnya Honda plus upaya pemangkasan biaya menandai terjadinya krisis di F1. Menurut Gerhard Berger, masalah tersebut bukan hanya disulut krisis keuangan global, tapi karena kesalahan F1 sendiri.

Diakui Berger F1 bukan sekedar olahraga karena di dalamnya berpadu dengan entertainment. Konsekuensinya, F1 dituntut untuk selalu tampil apik dan tampil beda di setiap waktu. Hal itulah membuat anggaran F1 menjadi sangat tinggi.

"Saat ini anggaran F1 adalah 300 juta dollar AS per tahun. Padahal dengan 30 juta per tahun, kompetisi juga bisa berlangsung," papar Berger di F1Live.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berger, yang mantan pemilik 50 persen saham Toro Rosso menyatakan bahwa bisnis F1 kini mulai tidak sehat. Tingginya biaya, membuat tim-tim terpaksa melakukan penghematan. Imbasnya, mobil-mobil yang dihasilkan pun menjadi kurang kompetitif. Β 

"Saya memandang F1 sebagai bisnis dan saya tidak ingin menjalankan bisnis di lingkungan yang tidak sehat. Krisis F1 bukan hanya akibat krisis keuangan global, namun juga akibat kesalahan yang dibuat F1 sendiri, " sambung dia.

Mantan pembalap ATS, Arrows, Benetton, Ferrari, McLaren itu mengibaratkan F1 kini sedang melangkah menuju "lapisan es tipis". Perlu seorang berjiwa seperti Bernie Ecclestone untuk bisa menyelamatkan F1.

"F1 bergerak menuju lapisan es tipis. Penyelenggara dari sirkuit-sirkuit tradisional tidak mampu mengatasinya. Sponsor biasa tidak mampu untuk menutupinya. Dengan kondisi saat ini, pabrikan-pabrikan hanya akan memperlihatkan wajah bersahabat untuk waktu yang lama," pungkas Berger. (din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads