Dalam balapan di Interlagos tersebut, Glock mendapat tudingan sengaja memperlambat Toyota TF108 yang dikendarainya agar bisa disalip Hamilton di putaran-putaran akhir, sehingga si pembalap McLaren itu berhasil jadi juara dunia.
Usai balapan Glock, yang belum ngeh ada apa, mengaku kebingungan melihat sorotan orang-orang terhadapnya. Setelah tahu alasannya, dia masih tak habis pikir kalau dia sampai disebut melakukan kesengajaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di GP Brasil, pembalap asal Jerman itu mengaku kalau dia dan sang rekan, Jarno Trulli, berjudi untuk tak menggunakan ban basah di putaran-putaran akhir. Pilihan itulah yang mengatrol posisi, kendati pada satu titik juga bikin Hamilton bisa menyalip.
"Seperti mengemudi di atas es. Tapi itu tetap pilihan yang tepat karena artinya aku finis satu posisi lebih baik ketimbang jika saya tak mengganti ban. Aku melakukan balapanku sendiri dan tak berminat terlibat dalam pertarungan berebut gelar," kenang dia.
Glock kemudian menegaskan bahwa saat balapan dia sama sekali tak tahu di mana posisinya dan Hamilton. "Setelah itu jurnalis mengerubungi dan aku mulai berpikir apakah Lewis jadi juara dunia usai melewatiku. Tapi saat balapan aku tak tahu di mana posisiku, lebih-lebih lagi apa yang sedang Hamilton dan Felipe Massa lakukan."
Maka, kalau kemudian kejadian di lintasan memunculkan adanya teori konspirasi mengenai dirinya dan Hamilton, Glock tak ayal merasa kalau tudingan itu terasa konyol.
"Aku percaya dengan F1 sehingga Anda harus hidup dengan hal seperti ini," simpul Glock.
(krs/din)











































