Kemampuan Heidfeld di balik kemudi jet darat Formula 1 sebenarnya diakui cukup bagus. Tentunya bukan tanpa alasan kalau orang memberinya julukan keren: Quick Nick alias"Si Cepat Nick".
Karir pria Jerman kelahiran 10 Mei 1977 ini juga tergolong awet. Ia sudah sembilan musim berkompetisi di balapan roda empat tercepat di dunia ini, dan sudah dipercaya oleh lima tim: Prost, Sauber, Jordan, Williams, dan BMW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika BMW menorehkan sejarah dan memenangi balapan pertamanya di Kanada pada musim lalu, figur yang menuliskan sejarah itu malah bukan dia melainkan partnernya, Robert Kubica. Dan itu berarti lagi-lagi dia hanya "dekat dengan tangga juara".
"Ini bukan soal 'Kemenangan Itu'," ujar Heidfeld saat BMW Sauber meluncurkan kendaraan terbarunya, F1.09, yang akan dipakai untuk kompetisi musim ini.
"Bukan itu fokus saya dan hal yang saya gila-gilai. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik yang saya bisa. Sejauh ini tak banyak momen di mana saya bisa memenangi sebuah balapan. Hanya satu, di Kanada," tambahnya.
Lebih dalam Heidfled mengatakan, syarat penting seorang pembalap bisa menjadi juara dunia F1 adalah ia memiliki mobil yang hebat. Faktanya, tim-tim yang ia perkuat relatif kurang kompetitif kecuali barangkali BMW-nya musim lalu, saat mereka finish di posisi tiga besar konstruktor.
"Saya percaya saya bisa menang, kalau mobilnya pas dan situasinya mendukung. Tapi saya juga percaya bahwa saya bisa bersaing dan pada akhirnya target itu adalah memenangi kejuaraan, tidak hanya memenangi satu balapan," tukas bapak dua anak ini, seperti dikutip dari Reuters.
Keyakinan Heidfeld mendapat dukungan dari bos timnya, Mario Theissen. Heidfeld menurutnya memiliki kesempatan bagus untuk meraih kemenangan di tahun ini karena dia sangat berpengalaman.
"Dia sangat cakap berurusan dengan hal-hal teknis, memahami sebuah mobil baru, dan itu bisa membantunya," imbuh Theissen.
(a2s/arp)











































