Tarif Lisensi Naik, Pembalap Protes

Tarif Lisensi Naik, Pembalap Protes

- Sport
Minggu, 08 Feb 2009 08:34 WIB
Tarif Lisensi Naik, Pembalap Protes
Jakarta - Tarif lisensi balapan naik, para pembalap Formula menyatakan sikap menentang. Pihak FIA menganggap pilot-pilot jet darat itu tidak pantas mengeluh karena bayarannya sudah besar.

Demikian masalah yang sedang mengemuka satu bulan menjelang dimulainya kompetisi musim 2009, menyusul kenaikan ongkos lisensi membalap yang diputuskan FIA.

Tarif tersebut meningkat hampir lima kali lipat menjadi 10.000 ribu euro (sekitar Rp 150 juta) di tahun 2008, dan hal itu akan memicu inflasi di tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA) mengatakan, kebijakan tersebut tidak adil dan FIA memanfaatkan hal itu untuk mengisi kesenjangan anggaran. Para pembalap pun disarakan untuk tidak mengurus lisensi buat musim 2009.

"Setiap kenaikan tarif itu pada dasarnya tidak adil, baik karena cara mereka mengajukannya maupun efeknya pada individu pembalap," demikian pernyataan GPDA seperti dilansir BBC.

Akan tetapi bos FIA Max Mosley menyebut protes GPDA tidak masuk akal. Alasannya, para pembalap itu memiliki penghasilan yang sudah tinggi. Saat muncul wacana pangkas gaji demi efisiensi tim pun mereka menolak.

"Dalam iklim (ekonomi) saat ini, seseorang yang menghasilkan beberapa juta dolar per tahun dan tak mau mengeluarkan satu atau dua persen saja untuk mengambil sebuah lisensi untuk urusannya, dia tidak akan mendapat banyak simpati," ujar Mosley.

Ditambahkan Mosley, pihaknya mungkin akan membuat sebuah pertimbangan terkait penolakan pembalap. Namun, syaratnya mereka harus menunjukkan bukti "ketidakmampuan" mereka dengan cara membeberkan penghasilkan kotor mereka.

Opsi tersebut langsung ditolak GPDA yang menganggapnya tidak relevan. Menurut organisasi yang diketuai Pedro de la Rosa ini, penghasilan pembalap adalah rahasia mereka dengan manajemennya, juga penasehat keuangan terkait pajak dan lain-lain.

GPDA menambahkan, pembalap tidak menentang "kenaikan yang beralasan", tapi juga tidak mau lisensi mereka dijadikan sebuah "revenue stream" buat FIA.


(a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads