Glock: Tak Semua Pembalap Jadi Miliarder

Tarif Lisensi F1 Naik

Glock: Tak Semua Pembalap Jadi Miliarder

- Sport
Sabtu, 14 Feb 2009 09:36 WIB
Glock: Tak Semua Pembalap Jadi Miliarder
Jakarta - Penolakan pembalap terhadap kenaikan tarif lisensi F1 dianggap tak punya alasan kuat lantaran mereka mendapat bayaran sangat besar. Padahal kondisi tersebut tak dialami semua driver.

FIA mulai musim 2009 menaikkan tarif kepemilikan superlicences dari yang sebelumnya 1690 euro di tahun 2007 menjadi 10.400 euro. Itu belum termasuk fee yang harus dibayar terkait poin pembalap musim sebelumnya dari 447 euro per poin menjadi 2.100 euro per poin.

Peningkatan tajam tersebut mengundang protes keras dari pembalap. Asosiasi Pembalap bahkan berencana "memboikot" dengan menyarankan pembalap tak mengurus lisensi tersebut. Sebuah tindakan yang kemudian dikritik lantaran para pilot jet darat tak seharusnya keberatan karena pendapatan mereka yang sangat besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdebatan soal tarif lisensi tersebut kini terus bergulir seelah Timo Glock membantah anggapan bahwa biaya lisensi cuma sebagian kecil dari gaji mereka. Soalnya tak semua pembalap mendapat bayaran jutaan euro dari timnya.

"Mungkin tak semua orang merupakan miliarder di F1. Ini tahun pertama saya, dan jumlah itu mahal. Itu lisensi yang mahal, dan Anda bisa lihat di olahraga otomotif manapun kalau tak ada yang bayarannya (lisensi) mendekati angka itu," ungkap Glock pada Autosport.

Dengan 25 poin yang dikumpulkannya musim lalu, Glock berarti harus membayar 62.900 euro untuk bisa mendapat lisensi membalap tahun ini. Meski tak punya pilihan untuk menolak regulasi baru tersebut, namun pembalap Jerman berusia 26 tahun itu menuntut penjelas kenapa terjadi peningkatan tarif yang sangat tinggi.

"Kami harus melihat dan menunggu (apa yang akan terjadi), tapi pada akhirnya saya tak tahu kenapa kami harus membayar dengan biaya sebanyak itu. Buat saya itu peningkatan yang terlalu ekstrim."

"Poin utamanya adalah tak ada penjelasan yang terperinci soal peningkatan jumlah tersebut. Dan pada akhirnya kami harus membayar. Itulah yang terjadi," pungkas Glock pasrah. (din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads