"Saya 99% yakin (tim akan menggunakannya). Saya pikir kini kami sampai pada tahap di mana kami bisa menerapkannya setiap hari, reliabel, tanpa masalah dengan kekuatan maksimal. Jadi jika tak ada perubahan dramatis, saya tak melihat ada alasan kenapa kami harus menundanya," ungkap Heikki Kovalainen di Autosport.
Teknologi KERS, yang bisa memberi pembalap tambahan tenaga ekstra untuk mobilnya, sudah menjadi kontroversi sejak pertama diperkenalkan. Selain karena biaya dan kompleksitas terkait kampanye penghematan yang tengah gencar disuarakan FIA, faktor keamanan KERS juga sempat jadi perhatian beberapa tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga saja itu bisa menjadi keuntungan buat kami. (KERS) akan memberikan keuntungan saat start hingga tikungan pertama, dan tentu saja saat balapan ketika Anda ingin mendahului orang lain," sambung pembalap Finlandia itu.
Meski banyak tim yang mengaku belum akan menerapkan KERS dalam waktu dekat, namun mantan pembalap Renault itu mengaku tak akan terkejut jika di Melbourne nanti ada tim lain yang sudah juga memasang teknologi tersebut.
"Semoga orang lain tak mendapatkannya dan justru kami yang bisa mendapatkannya, tapi ada tim lain yang juga kuat dan saya tak ingin memandang remeh mereka. Saya tidak akan terkejut jika tim lain yang akan melakukannya," pungkas Heikki.
(din/din)











































