Seperti diketahui, aturan baru tersebut menyebutkan bahwa yang menentukan seseorang memenangi kompetisi Formula 1 adalah frekuensi dia memenangi seri tergelar. Kalau ada dua atau lebih yang mengantongi jmlah kemenangan sama, perhitungan selanjutnya baru berdasarkan total poin.
Fernando Alonso secara terbuka mengutarakan ketidaksukaannya pada sistem ala medali tersebut. Ia tak mengerti kenapa aturan dalam F1 kerap berubah, karena tidak semuanya perlu diubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Veteran 200 balapan, Jarno Trulli, mengamini pendapat Alonso. Dalam harian La Stampa ia mengatakan bahwa keputusan-keputusan otoritas balapan tersebut mengandung faktor negatif yang lebih lebih banyak ketimbang sisi positif.
"Sepertinya Formula 1 ingin mati, dan kami semua harus pindah ke kejuaraan lain,"tukas pembalap tim Toyota itu. "Mencoba memberi kepuasan lebih pada publik, meningkatkan pertunjukan memang betul. Tapi tak perlu mendistorsi semangat Formula 1. Saya sangat, sangat khawatir."
Selain Alonso dan Trulli, pembalap legendaris Michael Schumacher juga urun rembuk dalam kontroversi ini. Intinya ia tidak setuju dengan perubahan sistem tersebut.
"Tidaklah masuk akal jika seorang juara dunia adalah yang jumlah poinnya kalah dari pembalap di peringkat dua. Justru yang bagus iti adalah berusaha menguatkan posisi si pemenang," sergah juara dunia tujuh kali asal Jerman itu.
(a2s/din)










































