"Kami tak pernah melihat revolusi seperti ini sebelumnya di F1."
Sebagai ajang balap yang mengandalkan teknologi mutkahir, F1 selalu mengalami perubahan di setiap musimnya mulai dari regulasi sampai inovasi-inovasi baru. Namun kutipan singkat dari Chief Track Engineer Ferrari, Luca Baldiserri, di atas, rasanya sudah cukup menggambarkan betapa F1 di musim 2009 ini mengalami sebuah era yang mungkin menjadi masa transisi terbesarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadilah FIA kemudian mengeluarkan regulasi-regulasi yang menuntut seluruh tim untuk lebih berhemat. Mulai dari pelarangan sesi ujicoba di tengah musim, perpanjangan usia mesin, pembatasan pemakaian wind tunnel hingga pembatasan pengeluaran masing-masing tim.
Sementara demi meningkatkan aksi saling balap di atas lintasan, setiap tim kemudian diwajibkan melakukan perubahan besar-besaran dalam hal aerodinamis. Meski banyak pembalap yang khawatir regulasi baru itu akan memicu kecelakaan, namun setiap tim akhirnya menerapkan aturan baru tersebut.
Kitapun kemudian seperti dibawa kembali ke masa lalu, dari sinilah revolusi F1 secara kasat mata bisa dilihat. Mobil F1 punya sayap depan yang lebih lebar namun posisinya lebih rendah, sementara sayap belakang justru diperkecil ukurannya dan dibuat lebih tinggi. Selain kewajiban mengaplikasi KERS dan penggunaan kembali ban slick, untuk kali pertama F1 juga memperbolehkan mobil memiliki bagian yang bisa digerakkan oleh sang driver.
Jika dalam hal regulasi banyak terjadi perubahan, tidak demikian dengan skuad pembalap untuk musim ini. Tercatat cuma ada satu rookie menyusul dikontraknya Sebastien Buemi oleh Scuderia Toro Rosso untuk menggantikan Sebastian Vettel yang naik kelas ke Red Bull Racing. Satu pembalap yang hilang adalah David Couldhard yang memutuskan pensiun.
Dibanding tahun lalu, jumlah seri musim ini berkurang satu dan menjadi hanya 17 balapan saja. Dua sirkuit yang hilang dari kalender F1 adalah GP Prancis dan Kanada, sementara Sirkuit Yas Marina di Abu Dhabi menjadi tuan rumah baru. Sementara satu tim yang bertransformasi adalah Brawn GP yang menggantikan tim Honda.
"Ini merupakan momen yang unik dalam sejarah perjalanan Formula One," demikian bos Ferrari sekaligus Presiden FOTA, Luca di Montezemolo, mengomentari banyaknya perubahan yang terjadi di F1.
Mulai akhir pekan ini di Melbourne, sampai kemudian berakhir pada 1 Novemver di Abu Dhabi, mesin-mesin jet darat akan kembali menderu. Dengan segala pembatasan terkait upaya pengiritan, F1 tetaplah balapan yang menjanjikan ketegangan dan tontonan memikat. Jadi, siapkan diri Anda.
(din/krs)











































