Tim Brawn GP bak burung Phoenix yang lahir dari reruntuhan kehancuran tim Honda F1. Setelah bangkit kembali, tim yang dibela Jenson Button dan Rubens Barrichello sebagai dua pembalap utama itu langsung "terbang" mengundang decak kagum.
Dalam sesi tes di Barcelona yang digelar tak lama setelah tim Brawn merilis mobil andalan untuk 2009, BGP 001, kejutan langsung mereka hadirkan. Empat hari berujicoba, mereka selalu meraih waktu di posisi empat besar, bahkan dua kali jadi yang tercepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mengusung mesin FO 108W dari Mercedes --yang juga digunakan di MP4-24 tim McLaren-Mercedes-- Brawn GP berpeluang mengejutkan. Apalagi di sana ada sosok berpengalaman dalam figur dua pembalapnya, selain juga keberadaan Ross Brawn --yang pernah bernaung di bawah Ferrari dan Honda-- sebagai Team Principal.
Kalau Brawn GP siap mengetengahkan aspek kejutan, beda halnya dengan BMW-Sauber. Tim yang bermarkas di Hinwil, Swiss dan Munich, Jerman, tersebut akan berupaya meneruskan konsistensi jadi "kekuatan ketiga", di luar Ferrari dan McLaren, yang sudah mereka capai di dua musim terakhir.
Pada musim lalu, BMW berhasil menempati posisi tiga klasemen akhir konstruktor, sedangkan di musim 2007 mereka malah bisa duduk di tempat kedua meski itu adalah dampak dari dicoretnya McLaren akibat kasus Spygate.
Di musim ini tak ada perubahan dalam susunan pembalap utama BMW. Robert Kubica yang musim lalu duduk di posisi empat klasemen akhir kembali akan bahu membahu dengan Nick Heidfeld dalam merengkuh angka buat timnya, dengan melajukan F1.09 mereka masing-masing.
Satu tim lain yang berpeluang jadi 'Kuda Hitam' tak lain adalah Renault yang dihuni juara dunia dua kali Fernando Alonso. Setelah menjalani masa kurang menyenangkan di McLaren musim 2007 --meski berhasil menempati posisi tiga klasemen akhir pembalap-- Alonso kembali ke Renault untuk berkompetisi musim lalu.
Mempergunakan mobil yang dinilai kurang tangguh, Alonso mampu memperbaiki performa di seri-seri penutup musim 2008. Di empat seri terakhir, dia bisa naik podium tiga kali --dua kali posisi satu dan sekali jadi runner-up. Boleh jadi itu menandakan Alonso sudah nyetel lagi dengan Renault yang dua kali mengantarnya ke tahta juara di musim 2005 dan 2006.
Alhasil, Alonso yang musim ini akan berada di balik kemudi R29 dan disokong Nelson Piquet Jr --yang menjalani musim keduanya di ajang F1-- tetap tak dapat dikesampingkan dan justru bisa jadi ancaman serius di tengah-tengah persaingan Ferrari dengan McLaren.
Atau di luar Brawn GP, BMW Sauber dan Renault malah akan ada 'Kuda-kuda Hitam' yang lain?
(krs/din)











































