Hamilton Merasa Seperti di Ujung Pisau

Hamilton Merasa Seperti di Ujung Pisau

- Sport
Senin, 30 Mar 2009 15:24 WIB
Melbourne - Lewis Hamilton belum puas dengan performa di seri pembuka dan memprediksi masih tetap akan begitu di seri kedua, karena kini dia seperti melaju di ujung pisau. Dia berharap baru bisa mulai tancap gas penuh di seri ketiga.

Di GP Australia musim 2008, Hamilton berhasil jadi jawara usai mengawali balapan dari posisi terdepan. Musim ini tak demikian.

Dengan adanya perubahan regulasi, sang juara bertahan tak dapat posisi start bagus dan akhirnya hanya finis di posisi tiga. Itu pun dia tempati karena Jarno Trulli terkena penalti. Penampilan itu Hamilton nilai sama sekali jauh dari maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiap tahun jadi lebih berat dan saya bisa bilang sekarang adalah tantangan terbesar buat saya, juga buat tim. Di tiga tahun terakhir kami mendapat sejumlah tantangan serius dan ini adalah tantangan besar lainnya, kalau bukan yang terbesar," ucap Hamilton di Reuters.

Namun demikian, bukan berarti dia sudah patah arang duluan. Toh hasil yang dicapai di Albert Park juga tak buruk-buruk amat dan cukup jadi modal.

"Tapi seperti yang saya bilang dari awal, kalau ada yang bisa melakukannya, kami mampu. Saya punya kepercayaan besar pada tim ini bahwa kami bisa membalikkannya dan (poin) ini adalah fondasi bagus buat kami untuk terus berbenah," nilai dia.

Penilaian Hamilton tersebut merujuk kepada penampilan Ferrari di Australia musim lalu. Saat itu Ferrari cuma dapat satu poin, tapi bisa bangkit di seri-seri selanjutnya dan bahkan jadi juara konstruktor, dengan Felipe Massa menjadi runner-up.

Nah, Si pembalap Inggris memang optimistis akan bisa seperti itu. Namun, dia juga cukup realistis jika melihat performa Brawn GP yang memukau saat ini. Hamilton pun belum bisa mencanangkan kebangkitan dia dan timnya terjadi di GP Malaysia yang dihelat akhir pekan ini.

"Mungkin akan ada perbedaan lebih besar antara kami dan mobil Brawn. Kami akan sedikit lebih tertinggal. Tapi semoga sedari China (seri ketiga) dan seterusnya kami akan bisa sedikit lebih dekat."

"Saya pikir Malaysia akan jadi lebih sulit buat kami karena mobilnya benar-benar sulit dikemudikan saat ini, sepanjang balapan seperti ada di ujung pisau. Saya benar-benar merasa ada berkah Tuhan bisa tetap di lintasan," tutup dia.

(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads