Mempertanyakan Efektivitas KERS

Mempertanyakan Efektivitas KERS

- Sport
Selasa, 31 Mar 2009 08:43 WIB
Mempertanyakan Efektivitas KERS
Jakarta - Dari tujuh mobil yang mengaplikasikan KERS, cuma duo Ferrari masuk 10 besar sesi kualifikasi. Sementara di balapan, hanya dua pembalap yang dapat poin. Benar-benar efektifkah KERS?

Saat pertama diperkenalkan dan kemudian dijadikan kewajiban untuk setiap tim mengaplikasikannya, KERS sudah menuai kontroversi. Maka tak salah kalau kemudian hanya ada tujuh mobil yang baru siap memasang perangkat tambahan di mobilnya pada seri perdana di GP Australia kemarin lusa.

Lalu bagaimana hasil yang didapat Heikki Kovalainen, Lewis Hamilton, Felipe Massa, Kimi Raikkonen, Nelson Piquet Jr, Fernando Alonso dan juga Nick Heidfeld di Albert Park kemarin?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sesi kualifikasi terlihat kalau KERS tak banyak memberi bantuan buat pembalapnya. Dari total tujuh pembalap yang mobilnya menggunakan KERS, cuma Massa dan Kimi, yang bisa menembus Q3 dan masuk posisi start di 10 besar, itupun dengan mobil yang masih lebih lambat hingga mendekati satu detik.

Sayangnya saat balapan KERS juga terbukti tak banyak bermanfaat. Kalau Jarno Trulli tidak dijatuhi sanksi, maka Hamilton tak akan bisa duduk di atas podium ketiga. Sementara Alonso menjadi satu-satunya pembalap di samping Hamilton yang mampu masuk posisi 10 besar.

"Itu tidak terlalu banyak membantu. Dalam hal catatan lap kita tahu kalau alat itu tidak memberi kita keuntungan, tapi saya menggunakannya saat berada di belakang (Timo) Glock - tanpa KERS - dan sejujurnya itu sama sekali tak membantu," ungkap Alonso dalam wawancaranya dengan AS seperti diberitakan F1Live.

Namun karakter Sirkuit Albert Park yang punya banyak tikungan dan sedikit lintasan lurus disebut tak cocok untuk KERS. Baru di Sepang akhir pekan ini KERS punya kesempatan membuktikan diri karena karakter sirkuit yang memang cepat dan punya lebih banyak lintasan lurus.

(din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads