Seperti dikhawatirkan sebelumnya, McLaren tampil kurang kompetitif di GP Australia akhir pekan lalu. Baik Hamilton atau Heikki Kovalainen tak ada yang bisa masuk Q3 di sesi kualifikasi yang membuat keduanya harus memulai balapan dari posisi belakang.
Kalau kemudian Hamilton bisa duduk di posisi tiga, itu lebih disebabkan skill membalapnya yang memang sangat baik, dan tentu saja faktor keberuntungan menyusul kecelakaan Sebatian Vettel dengan Robert Kubica serta sanksi terhadap Jarno Trulli. Kubu McLaren pun memprediksikan kalau seri kedua di Sirkuit Sepang nanti masih berpotensi menghadirkan mimpi buruk buat tim tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi bisa mengejar ketertinggalan dari tim-tim di posisi depan, McLaren sudah mempersiapkan beberapa onderdil baru untuk bisa digunakan di Sepang. Sementara soal sukses Hamilton duduk di podium terakhir Albert Park meski memulai balapan dari posisi belakang, Witmarsh menilai itu semata karena kelihaian sang juara dunia memaksimalkan potensi terbatas MP4-24.
"Secara keseluruhan buat McLaren, hasil itu lebih baik dari yang kami harapkan sebelumnya. Duduk di posisi tiga, dengan mengingat performa mobil, itu menunjukkan kalau Lewis punya tingkat displin yang luar biasa. Saya pikir tim ini juga memberikan strategi yang bagus dengan mengambil risiko menggunakan ban lunak, (meski) kami masuk pit lebih dulu yang membuat Lewis tertahan, namun dia kemudian melakukan beberapa overtaking yang fantastis," pungkas dia.
(din/roz)











































