Jelang digelarnya GP Australia akhir pekan kemarin, Ferrari, Red Bull dan Renault mengajukan protes resmi terhadap tim Toyota, Williams dan Brawn GP terkait penggunaan diffuser pada mobil tiga tim tersebut.
Dalam complain yang sempat ditolak oleh steward namun kemudian permohonan bandingnnya diterima FIA, disebutkan kalau Toyota, Williams dan Brawn GP memiliki diffuser ilegal. Piranti aerodinamis yang bisa membuat mobil bisa mendapatkan daya downforce dan grip maksimum milik tiga tim tersebut dituduh lebih lebar dan lebih tinggi dari ketentuan yang ditetapkan FIA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih harus menunggu keputusan tanggal 14. Jika mereka tetap diperbolehkan maka itu akan menjadi keuntungan buat mereka (Toyota, Williams dan Brawn) dan seluruh tim akan mengadaptasi hal serupa. Tapi itu tetap tak akan mudah karena perubahan yang dilakukan harus menyeluruh terhadap banyak bagian mobil. Tak cuma sekedar menambahkan diffuser dan tiba-tiba mobil bisa lebih cepat satu detik," ungkap Alonso di Autosport.
Akhir pekan kemarin, baik Toyota, Williams dan Brawn GP meraih hasil sangat baik. Selain Jenson Button dan Rubens Barrichello yang duduk di posisi satu dan dua, duet Toyota mampu finis di posisi tiga dan lima sementara Nico Rosberg menyudahi balapan di urutan tujuh.
"Diffuser akan membuat Anda melaju lebih cepat jika Anda juga memiliki bagian depan yang baru, sidepod yang baru, penutup mesin baru. Anda harus membangun ulang seluruh mobil dan itu butuh waktu lebih dari satu bulan."
"Kita lihat saja bagaimana perkembangannya. Itu isu yang rumit dan titel juara sedikit banyak akan ditentukan pada tanggal 14. Jika diffuser itu legal, maka Brawn hampir tidak terkejar oleh tim lain," pungkas juara dunia 2005 dan 2006 itu. (din/roz)











































