Soal seberapa besar pengaruh diffuser tiga tim di atas berperan dalam hasil bagus yang didapat pada GP Australia kemarin belum bisa dipastikan hingga kini. Namun karena jelas-jelas ketiganya meraih hasil sangat memuaskan, beberapa tim lain pun memulai usaha untuk memiliki perangkat yang sama pada mobilnya.
Bahkan Red Bull dan Renault, yang bersama Ferrari sempat memprotes, juga ikut mulai membangun diffuser baru buat mobil-mobilnya. Termasuk juga tim BMW Sauber yang mengkonfirmasi hal tersebut melalui bosnya, Mario Theissen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu bukan BMW saja yang terpaksa membangun difuuser beru karena McLaren Mercedes juga telah mengambil langkah yang sama. "Secara alami Anda harus menyiapkan andai diffuser itu kemudian diperbolehkan. Setiap tim yang punya keinginan untuk menang harus melakukannya," timpal Norbert Haug.
Meski begitu, perancangan diffuser baru bukan masalah sepele buat seluruh tim. Karena penambahan atau perubahan satu komponen mobil juga menuntut perubahan pada komponen mobil lain secara keseluruhan.
Ferrari misalnya, mereka dikabarkan telah menghabiskan dana sebesar 20 juta euro untuk mengakomodasi diffuser baru tersebut pada mobilnya yang pada akhirnya malah harus melakukan revisi menyeluruh terhadap F60.
"Pada dasarnya kami membangun sebuah mobil baru," ungkap seorang sumber Ferrari dalam keterangannya pada suratkabar terbitan Munich, TZ. (din/din)











































