Dalam balapan di Sirkuit Sepang yang harus dihentikan di lap ke-32, Minggu (5/4/2009), Heidfeld menyelesaikan lomba di posisi kedua. Peningkatan besar dibanding GP Australia di mana dia finis di posisi 10.
Heidfeld memulai lomba dari posisi ke-10 dan ketika hujan rintik-rintik mulai jatuh di lintasan, pembalap BMW Sauber itu membuat keputusan ekstrem dengan langsung memakai ban basah. Keputusan yang keliru mengingat trek belum cukup basah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat pilihan yang salah itu, tim BMW berniat memanggil masuk Heidfeld ke pit untuk mengganti ban dengan yang intermediate. Namun pembalap 31 tahun itu membandel dan memilih meneruskan balap.
"Tim bilang kalau hujan lebat akan datang dan saya bilang catatan waktu saya akan makin cepat. Saat mereka menyuruh masuk pit, hujan bertambah lebat," kata Heidfeld.
"Saya sebenarnya hanya 200 meter dari area pit dan saya bilang, 'tidak, tidak, saya tetap di trek, hujan mulai deras.' Karena saya mencoba menghemat ban, pembalap lain dengan ban basah lebih cepat dari saya. Tapi saya tahu bila mulai hujan, saya akan bertahan," paparnya.
"Itu berhasil, namun tetap saja ban belakang saya hancur dan menjadi botak. Ketika hujan mulai turun, saya hanya mencoba untuk bertahan di sirkuit," pungkas pengoleksi tujuh podium kedua itu.
(arp/a2s)











































