Button mulai melaju di lintasan Jet Darat bersama BMW Williams tahun 2000 silam. Musim debut pria Inggris kelahiran 19 Januari 1980 itu diakhiri dengan duduk di posisi delapan klasemen akhir, dengan capaian terbaik finis di posisi empat GP Jerman.
Musim paling mengilap Button lantas dicapai pada 2004, ketika dia mengakhiri musim ini di tempat ketiga. Tapi dia belum jua bisa menorehkan namanya jadi jawara di sebuah seri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selepas dari capaian-capaian tersebut, prestasi Button terbilang biasa-biasa saja. Namun, itu dulu. Setelah nyaris tanpa tim di awal musim 2009 --akibat mundurnya Honda-- Button bak terlahir kembali bersama Brawn GP.
Selewat dua seri, Button jadi langganan mengisi podium teratas. Pertama GP Australia yang dia taklukkan dan Minggu (5/4/2009) giliran GP Malaysia. Lebih luar biasa lagi karena dua-duanya dia bikin setelah juga jadi yang tercepat di sesi kualifikasi.
"Ini (juara di Sepang) sebenarnya terasa lebih spesial ketimbang Melbourne. Sebagian karena aku tak pernah mencatat dua posisi pole beruntun, tapi juga karena dalam latihan-latihan mobilnya terasa tak terlalu enak," kata Button di Times Online.
Kendala yang ada itu tentu saja akhirnya dapat diatasi karena Button lantas jadi juara di Sepang. Tambahan angka yang dia dulang sekaligus menempatkan Button bertahta di puncak klasemen sementara pembalap.
Untuk jadi nomor satu di akhir musim, jalan Button tentu masih panjang karena musim pun masih membentang. Namun, dia sudah memegang teguh tekad untuk jadi jawara sejagat.
"Aku ada di sini untuk memenangi kejuaraan dunia," tegas Button, yang mungkin untuk kali pertama berkesempatan mencetuskan tekad tersebut.Β
(krs/roz)











































