Tahun ini, GP Malaysia memang digelar pada pukul 17.00 waktu setempat alih-alih pukul 14.00 seperti tahun sebelumnya. Waktu start senja itu dirancang agar bersahabat dengan penonton televisi di Eropa.
Keputusan itu terbukti blunder, Minggu (5/4/2009). Seperti sudah diduga sebelumnya, hujan deras mengguyur Sirkuit Sepang dan karena saking buruknya kondisi cuaca, lomba harus dihentikan secara prematur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak. Saya hanya harus menyesali hujannya," ujar Ecclestone saat berbicara dengan Autosport.
"Saya tidak melihat ada yang salah dengan waktu start. Kami hanya tidak tahu adanya hujan. Jika kami memulainya pukul 2 siang, toh juga akan hujan," papar Ecclestone lagi.
Argumentasi Ecclestone kurang masuk di akal karena sebelum lomba sudah ada peringatan yang dikeluarkan oleh penyelenggara tentang kemungkinan hujan.
Selain itu, mengedepankan penonton televisi di Eropa juga kurang strategis mengingat F1 kian agresif menambah seri di kawasan lain yang lebih berkembang seperti Asia. Dari 17 seri (meski Eropa masih terbanyak dengan punya sembilan seri), ada enam seri yang digelar di Asia.
(arp/a2s)











































