Dalam lomba yang hanya menyelesaikan separuh durasinya, Minggu (5/4/2009), Raikkonen hanya finis di posisi sembilan. Keputusan pembalap nomor dua Ferrari itu untuk mengganti ban basah terlalu cepat dinilai sebagai kunci kegagalannya.
Media-media di Italia dan Jerman melaporkan bahwa keputusan pergantian ban yang gegabah itu adalah atas saran Schumacher. Tudingan itu lekas-lekas dibantah oleh manajer Schumi, Willi Weber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan kepada Schumi tidak masuk akal. Dia kenal semuanya dan berada di Sepang karena memang harus di sana. Keputusan dari belakang tembok pit berasal dari tim," sergah manajer yang menemukan bakat Schumi 18 tahun lalu itu.
Akibat rumor tentang blunder saran tersebut, muncul berita bahwa kontrak Schumi selaku konsultan The Prancing Horse tidak akan diperpanjang. Weber tidak menolak kemungkinan itu meski menepis penyebabnya adalah insiden GP Malaysia.
"Mungkin kontraknya tidak akan diperpanjang, tetapi akan ada pembicaraan dulu sepanjang tahun ini. Jadi, kita masih harus menunggu," tukas lelaki berkebangsaan Jerman itu.
"Jika kontraknya tidak diperpanjang, itu pasti bukan karena GP Malaysia. Michael bisa saja memberi saran ke tim, tetapi dia bukanlah pemimpin tim dan juga bukan manajer tim Ferrari," pungkas Weber.
(arp/a2s)











































