Berhentinya balapan 5 April lalu karena hujan -β hanya berlangsung 32 dari 56 lap yang direncanakan -- membuat pihak Malaysia berpikir-pikir lagi untuk mencari waktu terbaik di masa mendatang.
Mereka sudah terang-terangan mengeluhkan kebijakan FIA yang ingin balapan digelar sore hari, terkait kepentingan komersial dalam siaran televisi untuk kalangan Eropa. Akibatnya, ketika lomba tersebut ditunda karena hujan teramat deras, restart menjadi tak mungkin karena hari mulai gelap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari setiap balapan, kami berdiskusi dengan Bernie Ecclestone untuk mencari tahu apa yang bisa ditingkatkan," ujar ketua sirkuit Sepang, Datuk Mokhzani Mahathir, kepada harian lokal New Straits Times.
"Soal apakah balapan akan digelar lebih cepat (siang) atau di malam hari akan segera diputuskan," sambungnya seperti dilansir detiksport dari F1live, Senin (13/4/2009).
"Kita bisa menutup ongkos (instalasi penerangan) dengan menyewakan trek untuk event-event yang lain."
Diungkapkan Mokhzani, salah satu yang memberatkan balapan di Sepang digelar malam hari adalah karena sebagian kalangan ingin juga melihat pemandangan di sekitar sirkuit. Kalau malam, tentu saja hal itu menjadi sulit.
Tentang hal lain, diakui bahwa jumlah penonton GP Malaysia 2009 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun hal itu diklaim Mokhzani disebabkan oleh laju perekonomian sedang lambat. GP Malaysia terikat kontrak dengan F1 sampai 2015. (a2s/arp)











































