Menjadi Juara Dunia Karena Diffuser?

Menjadi Juara Dunia Karena Diffuser?

- Sport
Kamis, 16 Apr 2009 07:55 WIB
Menjadi Juara Dunia Karena Diffuser?
Jakarta - Di awal musim ini mungkin tak ada yang menyangka kalau Brawn GP atau Jenson Button akan menjadi juara dunia. Namun keputusan FIA melegalkan diffuser tim tersebut membuka lebar jalan ke arah sana.

Di Shanghai akhir pekan ini dalam gelaran GP Cina, mungkin beberapa tim di luar Brawn, Williams dan Toyota sudah akan menampilkan bagian belakang mobil yang berbeda dibanding dua seri perdana. Keputusan FIA yang menyatakan diffuser milik tiga tim di atas legal pastinya akan membuat banyak tim lain buru-buru mengadaptasi teknologi serupa pada kendaraannya masing-masing.

Tapi jika memang Brawn, Williams dan Toyota punya performa lebih baik karena diffuser yang mereka miliki, tak berarti tujuh tim lain tak lantas akan bisa berkompetisi dengan trio tersebut hanya dengan memiliki seperangkat diffuser baru di ekor mobilnya. Di jet darat, penambahan sebuah komponen tak bisa sekadar tinggal pasang karena harus juga dipertimbangkan pengaruhnya pada komonen lain untuk bisa bekerja secara maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diffuser akan membuat Anda melaju lebih cepat jika Anda juga memiliki bagian depan yang baru, sidepod yang baru, penutup mesin baru. Anda harus membangun ulang seluruh mobil dan itu butuh waktu lebih dari satu bulan," sahut Fernando Alonso beberapa waktu lalu.

Pernyataan driver Renault itu memberi gambaran jelas betapa proses mengejar Button dengan BGP001-nya tak cuma sekedar punya diffuser yang sama. F60 milik Ferrari atau MP4-24 kepunyaan McLaren Mercedes harus melakukan perubahan-perubahan pada perangkat aerodinamis lainnya.

Musim lalu penambahan perangkat baru mudah saja dilakukan, tapi tidak di musim ini. Melakukan perubahan pada mobil bisa menjadi sebuah perjudian karena adanya larangan melakukan ujicoba. Pengujian terhadap komponen atau setingan baru hanya bisa dilakukan pada dua sesi latihan hari Jumat dan satu di hari Sabtu sebelum balapan.

Kondisi ini jelas sangat menyulitkan tujuh tim lain untuk bisa menyamai performa Brawn, Williams dan Toyota. Peluang untuk kemudian bisa kompetitif tentunya terbuka lebar, namun pertanyaannya adalah: "Berapa lama waktu yang dibutuhkan?"

"Apa yang dilakukan oleh pihak lain selama sembilan bulan tak mungkin dilakukan kembali oleh pihak lain dalam waktu sembilan pekan. Jiwa olahraga kami memberitahu: inilah saatnya untuk bekerja, kami menerima tantangan itu. Tapi kami butuh waktu," ungkap Presiden Mercedes-Benz Motorsport, Norbert Haug, di F1Live.

Kompetisi memang baru akan masuk seri ketiga. Tapi jika tak cepat-cepat menemukan settingan terbaik, Brawn GP dan Button keburu terlalu jauh untuk dikejar. Dan saat itu, peluang menjadi juara dunia mungkin sudah jauh mengecil.

"Itu isu yang rumit dan titel juara sedikit banyak akan ditentukan pada keputusan FIA. Jika diffuser itu legal, maka Brawn hampir tidak terkejar oleh tim lain," simpul Alonso. (din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads