Merampungkan 56 lap lomba yang diguyur hujan di Sirkuit Shanghai, Minggu (19/4/2009), Webber finis di posisi kedua. Tampil sebagai pemenang adalah rekan setimnya, Sebastian Vettel.
"Ini berarti sangat besar. Kami saling mendorong dengan cukup keras. Dengan kondisi berat di lomba, hasil ini benar-benar membayarnya," ungkap Webber seusai lomba seperti dikutip BBC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil ini memang terbaik bagi Webber. Tidak hanya dari cara meraihnya yang harus penuh perjuangan, dari segi peringkat pun, runner-up di China ini memang yang terbagus dari dua podium yang sudah pernah diraih Webber.
Dianggap sebagai pembalap dengan potensi besar, Webber tidak mampu menerjemahkannya menjadi prestasi. Pria kelahiran 32 tahun lalu itu baru pernah tampil sebagai juara ketiga di GP Monako 2005 dan GP Eropa 2007.
Finis 1-2 kali ini memang terasa fantastis bagi Red Bull, tim yang baru terjun di tahun 2005. Webber pun mempersembahkan kemenangannya untuk pemilik tim, Dietrich Mateschitz.
"Saya berpikir tentang Dietrich. Memperoleh finis 1-2 pertama adalah untuk dia," tutup Webber.
(arp/arp)











































