Disuplai mesin Renault, Red Bull mencatat finis 1-2 di GP China akhir pekan lalu. Inilah kemenangan perdana tim yang dimiliki oleh perusahaan minuman energi asal Austria tersebut.
Namun keberhasilan itu tidak lantas membuat kerjasama Red Bull dan Renault lestari. Autosport mengabarkan bahwa Red Bull sedang bernegosiasi dengan Mercedes meski juga tidak menepis kemungkinan memperpanjang kerjasama dengan Renault.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga Renault masih akan bersama kami. Mesin mereka tampil bagus dan dengan penyesuaian pada akhir tahun lalu, saya pikir mesin kami setara dengan mesin lain di F1," papar Horner.
Ketertarikan Red Bull dengan Mercedes tampaknya dipicu oleh kerjasama produsen mesin itu dengan Brawn GP yang telah menghasilkan dua kemenangan atas nama Jenson Button di Australia dan Malaysia.
"Mungkin Mercedes adalah mesin terkuat. Namun saya tidak berpikir kalau Renault diam saja melihat rivalnya berkembang," pungkas Horner.
(arp/roz)











































