Di GP Malaysia, Button menjadi juara dalam lomba yang diperpendek akibat guyuran deras air dari langit. Di China sepekan berikutnya, hujan masih jadi warna utama lomba dan pembalap Inggris itu berhasil finis ketiga.
GP Bahrain barangkali memang tidak akan berlangsung di bawah hujan, tetapi justru badai pasir mengancam. Ternyata, hujan atau badai pasir sama tidak diharapkannya oleh Button terjadi dalam lomba akhir pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tampil bagus di Australia, Malaysia dan China, Button yakin rival-rival mereka akan bangkit. Brawn GP sendiri jelas tidak mau membuat kesalahan yang bisa membuat mereka terpeleset.
"Mobil kami berjalan baik pada saat kering, sementara di trek basah tidak terlalu. Jadi kami harus melihat perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan oleh tim-tim lain," tutur Button.
"Kami ingin memaksimalkan mobil, tidak melakukan kesalahan dan bila kami bisa melakukannya saya pikir kami akan mendapatkan sebuah akhir pekan yang indah," imbuhnya.
Dari tiga seri awal, Button kini memimpin klasemen pembalap dengan 21 angka. Sosok pembalap 29 tahun itu kini jadi sorotan dan kemungkinan bakal jadi target para pembalap lain untuk dikalahkan. Apakah Button merasa dirinya adalah favorit?
"Saya harap begitu," tukasnya.
(arp/nar)











































