"Beberapa orang menyarankan Mercedes agar mundur (dari F1). Mercedes tidak sedang menarik diri," demikian Norbert Haug, wakil presiden Mercedes-Benz motorsport, di sela-sela persiapan GP Bahrain akhir pekan ini.
"Kami memiliki konfirmasi soal ini ... demi segala aktivitas kami," sambungnya, seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Helmut Lense, ketua dewan pekerja dan seorang anggota managing board dari Daimler AG, yang memiliki Mercedes-Benz, menyerukan supaya pabrikan mobil yang berbasis di Stuttgart itu menghentikan aktivitasnya di dunia F1, sebagai bagian dari rencana pemangkasan anggaran dua miliar euro atau sekitar Rp 28,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daimler punya tujuan menjadi pemimpin dalamn 'teknologi hijau',β cetus Lense kepada harian Stuttgarter Zeitung. "Apakah Formula 1 sesuai dengan itu? Bukankan sekarang adalah sinyal yang tepat untuk keluar dari F1 dan berkonsentrasi pada teknologi-teknologi yang ramah lingkungan?"
Selain memiliki 40 persen saham McLaren, Mercedes juga menyuplai mesin untuk tim Brawn GP dan Force India di musim ini.
(a2s/arp)











































