Kasus ini bermula dari kritik Ferrari terhadap pembatasan anggaran tim F1 mulai 2010. Mosley segera menjawab dengan ketus bahwa F1 siap untuk hidup tanpa kehadiran tim Italia itu.
Alih-alih menengahi konflik itu, Ecclestone justru berdiri di belakang Ferrari. Ia bertekad untuk tidak membiarkan Mosley 'menghancurkan' Ferrari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalahnya adalah, Luca (Di Montezemolo, Presiden Ferrari) tidak bisa membiarkan Max (Mosley) berada di posisi di mana dia bisa memulai debat atau berargumentasi. Max sangat pintar dan Anda tidak akan menang melawan dia," tambah Ecclestone.
"Bahkan bila Anda menang, itu seperti Anda sebagai penonton tetapi mikrofonnya saya pegang. Anda bisa berkata dengan pintar, namun saya tidak memberikan mikrofon; sesederhana itu," ucap pria Inggris tersebut.
Meski membela Ferrari, Ecclestone menegaskan bahwa pembatasan anggaran masih bisa berjalan bila tim-tim dan FIA bisa bersepakatan pada sejumlah poin penting.
"Tampaknya, semua orang mendukung pembatasan ini, termasuk Ferrari, bila kita bisa membuat mereka setuju. Saya pikir kita bisa," tandas Ecclestone optimistis.
(arp/krs)











































