Nick Heidfeld yang menggunakan KERS di empat seri yang sudah berjalan sejauh ini, sempat mencatat hasil lumayan dengan finish runner up di GP Malaysia, 5 April silam.
"Penampilan kami dengan KERS sejauh ini cukup positif. Teknologi itu bekerja tanpa kesalahan. Hasil baik KERS sejauh ini adalah GP Malaysia," kata principal team Mario Theissen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekan Heidfeld, Robert Kubica yang menggunakan KERS hanya di Bahrain, mencatat hasil buruk yaitu finish di urutan ke-18 atau dua peringkat terbawah. Ironisnya, di Bahrain Heidfeld menghuni posisi juru kunci.
Perbaikan perlu dilakukan. Untuk itu, BMW Sauber "mengistirahatkan" KERS di GP Spanyol akhir pekan nanti serta GP Monaco (24/5/2009). Adanya perbaikan di posisi aerodinamika memaksa KERS harus "menepi" dahulu.
"Kami tidak memasang KERS di kedua mobil di Barcelona, sebab menggunakan teknologi baru di aerodinamis yang kami kembangkan dengan KERS justru membuat semuanya tidak bekerja dengan baik," demikian Theissen dikutip dari Autosport.
"Kami tidak menggunakan KERS karena konfigurasi mobil kami. Dengan ban halus dan distribusi berat, kami memerlukan bobot lebih di bagian depan. Sementara KERS membuat mobil jadi lebih berat di tengah bahkan di bagian belakang mobil," lanjut Theissen.
"Mungkin kami akan kembali menerapkan KERS di GP Turki," tutupnya. Ada pun GP Turki akan digelar pada 7 Juni mendatang.
(roz/a2s)











































