Itulah yang terjadi pada balapan di sirkuit Catalunya, Barcelona, Minggu (10/5/2009), ketika Barrichello start bagus dan berhasil mengalahkan Jenson Button di tikungan pertama, dan kemudian memimpin balapan.
Selanjutnya pembalap Brasil itu menjaga peluangnya meraih kemenangan pertama sejak 2004, sebelum perbedaaan strategi dari tim Brawn GP membuyarkan harapan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kecewa karena saya tidak menang, karena tadinya saya pikir saya sudah mengantonginya hari ini."
Dalam konferensi pers pasca lomba, pria 36 tahun itu disodorkan sebuah kemungkinan adanya team order oleh wartawan. Button pun disinggung soal itu dan ia menegaskan dirinya tidak meminta perubahan strategi pitstop tersebut.
"Saya sangat berpengalaman soal itu, dan kalau terjadi lagi, saya takkan lagi mengikuti team order. Saya jelaskan ini sekarang biar semua orang tahu," tutur Barrichello, atau yang biasa disapa Rubinho tersebut, merujuk pada masa lalunya yang kerap dinomorduakan oleh Ferrari. (a2s/din)











































