Kemungkinan ada team order yang dilakukan Brawn berhembus karena Rubens Barrichello diinstruksikan untuk tiga kali melakukan pitstop, sedangkan Button hanya dua kali, pada balapan seri kelima di sirkuit Catalunya, Minggu (10/5/2009).
Terkurasnya waktu lebih banyak pada Barrichello membuat pembalap Brasil ini harus puas finish di tempat kedua di belakang Button, walaupun ia sempat memimpin lomba berkat start yang luar biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βAnda lihat di tikungan pertama (Barrichello mematahkan Button yang memegang pole -- Red). Tidak ada team order. Rubens membuat start yang luar biasa dan dia berhasil melewati Jenson."
"Saya ingin sekali melihat Rubens dan kru dia memenangi sebuah balapan, karena itu akan luar biasa untuk tim. Tak ada prioritas tertentu dari kami," tegas Brawn.
Ditambahkan Brawn, pihaknya tak pernah menduga bahwa strategi dua pitstop adalah untuk memberi keuntungan pada Button. Ia mengatakan, melambatnya kecepatan Barrichello setelah pitstop ketiga membuatnya kalah dari Button.
"Kalau Anda melihat catatan waktu dari pergantian ban dan bahan bakar, ada sebuah masa saat balapan di mana Rubens lebih lambat dari yang diperkirakan. Itulah yang merugikan dia karena Jenson yang bahan bakarnya lebih banyak pun tetap lebih kencang."
Sementara itu Chief Executive Officer Nick Fry mengamini penegasan Brawn bahwa tidak ada kesengajaan untuk memprioritaskan Button menjadi juara. Menurut dia, setiap rencana bisa saja dimodifikasi dan diubah ketika keadaan di lapangan memungkinan. Dan hal itu dianggap hal yang biasa.
Saat ditanya soal Barrichello yang tak merasa senang dengan capaiannya sebagai runner up, Brawn mengatakan, "Wajar dong. Siapapun yang kalah tapi senang, bukanlah pembalap yang saya ingini dalam tim."
"Bahwa Rubens tidak senang, itu sebuah pertanda yang sehat karena saya akan merasa sangat heran kalau dia merasa cukup puas untuk menjadi nomor dua di belakang Jenson," pungkas Brawn.
(a2s/nar)











































