Raikkonen menorehkan catatan waktu tercepat kedua setelah Jenson Button pada sesi kualifikasi di sirkuit jalanan Monte Carlo, Sabtu (23/5/2009). Tak hanya buat dia, ini adalah capaian terbaik Ferrari menjelang lomba di musim ini.
Dengan karakternya sebagai sirkuit lambat, dan lebar trek yang tidak ideal untuk terciptanya banyak overtake, posisi start dinilai yang paling menentukan dalam gelaran GP Monako, selain daya tahan kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kalimat-kalimat pernyataannya, berusaha adalah hal terbaik yang bisa dijanjikan Raikkonen. Soalnya ia masih mendapati hal-hal yang membuatnya tidak sepenuhnya merasa puas.
"Saya kecewa karena gagal merebut pole dengan selisih seperseratus detik. Di sini, ada perbedaan yang jauh lebih besar antara posisi start pertama dengan kedua,β tukasnya, seperti dilansir dari Autosport.
"Mobil ini telah membaik dan bisa dilihat dari level performanya. Hari ini kami merasa makin nyaman. Level grip-nya juga terus meningkat sedikit demi sedikit. Saya agak kesulitan di Q1, tapi semuanya terus membaik. Akhirnya, saya punya kemungkinan melakukan satu lap lagi, tapi saya terlalu lama di tikungan pertama. Saya tak tahu apakah bisa mencapai waktu yang lebih baik lagi."
"Balapan besok akan lama dan sulit. Start sangat penting dan langsung. KERS tentu akan membantu, tapi tidak sebesar di tempat lain. Lain-lainnya sama. Senang rasanya bisa kembali bertarung di posisi atas. Dan saya akan mengerahkan kemampuan terbaik untuk mencoba dan memenanginya. Hanya itu ukurannya," demikian 'Si Manusia Es' asal Finlandia itu.
(a2s/roz)










































