McLaren Sang Pendamai

McLaren Sang Pendamai

- Sport
Rabu, 27 Mei 2009 01:50 WIB
McLaren Sang Pendamai
Monte Carlo - Pertentangan seputar penerapan budget cap masih terus memanas. Di tengah dua pihak yang sama-sama keras kepala, McLaren pun mencoba berperan sebagai juru perdamaian.

Rencana pembatasan anggaran di F1 tahun depan mengundang reaksi keras dari tim-tim peserta yang tergabung dalam Asosiasi Tim F1 (FOTA). Sejumlah tim bahkan mengancam akan menarik diri dari kompetisi.

McLaren sendiri berada di barisan mereka yang tak setuju dengan budget cap. Namun McLaren tidak sefrontal FOTA dalam menentang FIA. Tim asal Woking, Inggris, itu justru berupaya mendinginkan situasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami merasaΒ  bertanggungjawab untuk menjadi juru perdamaian atau mencoba membantu untuk membicarakan masalah ini," ungkap bos McLaren Martin Whitmarsh seperti dikutip Autosport.

"Formula 1 adalah bisnis utama kami dan saya berharap bila Anda bicara dengan para tim, mereka akan menilai kami sebagai tim yang konstruktif dan konsiliatif, selalu mencari kompromi. Kami melihat peran kami seperti itu," sambung Whitmarsh.

Beda dengan tim-tim lain yang mengancam mundur, McLaren tidak berupaya konfrontatif dengan FIA meski mereka juga memiliki kesulitan bila budget cap diterapkan mengingat skala tim mereka yang termasuk raksasa.

"Bicara soal anggaran, kami berada di tengah. Kami punya tim yang besar dan korporasi lintas benua. Kami harus bergelut dengan konsep yang menjadikan tim kami lebih kecil," keluh Whitmarsh.

"Ini seperti ingin menjadikan model bisnis Toyota menjadi seperti Toro Rosso. Itu adalah sebuah tantangan. Namun kami berupaya mengerti hal itu dan percaya kalau kami dan Mercedes Benz bisa membicarakannya. Saya pikir kami bisa mencoba melakukannya," ulas Whitmarsh panjang lebar.

Foto:
Martin Whitmarsh (kanan) dan bos Mercedes Benz, Norbert Haug, di Monako beberapa waktu lalu. (REUTERS)


(arp/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads