Di awal musim ini, Toyota disebut-sebut sebagai tim yang bakal segera mengikuti jejak Honda untuk angkat kaki dari F1. Sama dengan alasan mundur "rekan senegaranya" itu, Toyota terkena imbas dari krisi ekonomi global.
Belakangan muncul kabar kalau para petinggi Toyota di Tokyo akan mengumunkan secara resmi pengunduran diri mereka dari balapan jet darat pada seri terakhir di Abu Dhabi, November mendatang. Kondisi yang membuat khawatir Timo Glock terkait masa depannya di F1 yang terancam habis di saat bersamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota sesungguhnya sempat tampil meyakinkan di awal musim. Jarno Trulli sempat finis di urutan ketiga pada balapan di Australia dan Bahrain, sementara Glock mencatatkan hasil serupa di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Sayangnya, dalam dua musim terakhir performa Toyota jeblok. Di Spanyol, Glock cuma duduk di posisi 10 sementara Trulli gagal finis. Sementara di Monako akhir pekan kemarin keduanya masing-masing menempati posisi 10 dan 13.
"Saya yakin Monako hanya satu penampilan buruk karena kami sangat kompetitif di balapan sebelumnya, jadi kami tahu kalau mobil ini sangat bagus," pungkas pembalap Jerman itu.
(din/key)











































