GP Turki bakal digelar akhir pekan ini di Sirkuit Istanbul. Lintasan balap sepanjang 5.338 meter ini mempunyai tikungan-tikungan cepat yang membuat balapan di sini lebih memacu adrenalin.
Sayangnya, kata cepat sedang tidak berjodoh dengan McLaren yang mobilnya masih keteteran di trek seperti ini. Contohnya ada di GP Spanyol, saat Hamilton hanya finis kesembilan dan mengeluhkan pace mobilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya cinta balapan di Turki," ungkap Hamilton dikutip Autosport. "Sebuah tantangan yang nyata karena Anda harus agresif di tiap lap untuk membuat catatan waktu yang baik."
"Tetapi Anda juga harus berhati-hati dengan ban. Bila terlalu memaksa, terutama di tikungan nomor delapan, maka ban akan menderita. Ini adalah tentang menemukan keseimbangan sempurna," papar pembalap 23 tahun itu.
Sirkuit Istanbul adalah satu dari tiga sirkuit yang bertipe melawan jarum jam (counter clockwise); selain Brasil dan Singapura. Hamilton mengaku telah menyiapkan fisiknya menghadapi sensasi berbeda ini.
"Saya suka dengan fakta bahwa ini adalah sirkuit baru yang sudah punya rasa sebuah sirkuit yang tua dan klasik. Istanbul punya semuanya dan mengemudi di sini fantastis," ujar Hamilton.
"Juga karena ini counter clockwise. Akan ada tekanan lebih ke leher. Namun Anda hanya harus memastikan telah melatih leher sebelah kiri lebih banyak dari biasanya sebelum masuk mobil," pungkas dia.
(arp/roz)











































