Isu team order di Brawn GP sempat mencuat, dengan Button konon diprioritaskan ketimbang Barrichello. Hal tersebut sudah coba dibantah oleh tim tersebut dan para pembalapnya.
Hal serupa kembali ditegaskan Barrichello menjelang GP Inggris. Dia menegaskan tak ada pilih kasih dalam timnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada penganakemasan terhadap Jenson dan saya yakin takkan ada saat kedua pembalap masih mungkin jadi juara secara matematis," papar dia.
Rubinho, begitu ia disapa, secara realistis memang mengakui kalau di atas kertas Button yang sudah juara di enam seri jauh lebih berpeluang ketimbang dirinya sendiri.
"Misalkan saya bisa memenangi tujuh balapan, saya pasti akan berusaha mengejar kemenangan selanjutnya. Saya ingin memenangi balapan, tapi belum bisa," lanjutnya.
Sampai dengan tujuh seri, capaian terbaik Barrichello hanyalah menjadi runner-up. Ini terjadi tiga kali, yakni di Australia, Spanyol dan Monako.
"Meski begitu, saya tetap terus berjuang. Untuk menjadi juara dunia, awalnya saya perlu memenangi satu balapan dulu dan semuanya akan terbuka dari situ. Situasinya amat bagus. Kami memiliki mobil yang sangat kompetitif di semua tes," demikian dia.
Β
Upaya Barrichello meraih kemenangan perdana musim ini tersebut akan kembali terhampar akhir pekan nanti ketika GP Inggris berlangsung. (krs/nar)











































