Selamat Tinggal, Silverstone

Selamat Tinggal, Silverstone

- Sport
Kamis, 18 Jun 2009 01:41 WIB
Selamat Tinggal, Silverstone
Jakarta - Satu lagi sirkuit bersejarah F1 akan hilang dari peredaran. Dianggap tak lagi sesuai dengan modernitas karena ketinggalan jaman, Silverstone akan menggelar balapan F1 terakhirnya akhir pekan ini.

Silverstone adalah salah satu sirkuit F1 tertua yang masih aktif menggelar balapan hingga musim ini, selain Monza di Italia. Lintasan sepanjang 5,141 km ini mulai menggelar balapan jet darat pertama tahun 1950, meski GP Inggris sempat pula berpindah tempat ke Brands Hatch (1964-1986) dan Aintree (1955 dan 1962).

Mulai tahun 2010 Silverstone tak akan lagi jadi tuan rumah GP Inggris, yang akan dipindah ke Donington Park. Bernie Ecclestone menganggap Silverstone tak lagi sesuai untuk menggelar balapan sekelas F1. Dalam sebuah wawancara dengan Autosport dia malah sempat menyebutnya Silverstone sebagai "sirkuit negara dunia ketiga".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim ini F1 sudah kehilangan dua sirkuit bersejarah lainnya setelah Montreal dan Magny-Cours tak lagi masuk kalender balapan. Namun dicoretnya Silverstone dianggap beberapa pembalap sebagai sebuah kehilangan yang lebih besar.

"Itu lebih menyakitkan dibanding kehilangan Kanada saat mengetahui Silverstone tak akan ada di kalender 2010. Silverstone adalah sirkuit cepat dan aman dan itu adalah yang kami inginkan. Saya tak ingin kehilangan GP Inggris, tapi kami tak akan (lagi) pergi ke Silverstone," ungkap Ruben Barrichello beberapa waktu lalu.

Silverstone awalnya merupakan sebuah lapangan udara yang digunakan untuk melatih pilot pesawat pengebom selama Perang Dunia II. Pembalap Italia, Giuseppe Farina, tercatat sebagai orang pertama yang memenangi balapan di sirkuit ini saat menunggangi Alfa Romeo di tahun 1950.

Meski GP Inggris masih akan digelar di Donington Park, namun hilangnya Silverstone dari ajang F1 disebut Damon Hill sebagai kehilangan besar buat F1. Hill sendiri merupakan Presiden British Racing Drivers' Club, sebuah organisasi non profit yang mengelola Silverstone.

"GP Inggris merupakan bagian penting dari kehidupan F1, sejarah F1. Memang tak ada sesuatu yang tak tergantikan, tapi GP Inggris adalah bagian dari hal tersebut, dan begitu juga Silverstone," ungkap Hill di Autosport.

Musim lalu, Lewis Hamilton menjadi juara di Silverstone dengan penampilan luar biasa yang dia pertunjukkan. Tahun ini pembalap Inggris lain diharapkan bakal meneruskan sukses tersebut sekaligus menutup sejarah panjang Silverstone, dia adalah Jenson Button.

"Akan sangat hebat jika bisa menang di sana, hebat buat kita semua. Kami akan memberikan pertunjukan yang menarik. Silverstone adalah sirkuit yang menyenangkan, semua pembalap menyukainya. Saya harap akan ada atmosfer hebat di sana, dan kita bisa memberikan salam perpisahan yang manis," ujar pembalap Brawn GP yang kini duduk nyaman di puncak klasemen itu.

(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads