"Saya tak menganggap itu sebagai sesuatu yang serius, sebagaimana orang lain menaggapinya, karena saya tahu itu cuma sebuah bentuk sikap mereka (delapan tim). Semuanya akan berjalan (kembali normal) dalam waktu di antara awal 2010 hingga bulan Maret. Semua ini akan hilang, masalahnya akan mereda dan akan kembali membalap," ungkap Mosley dalam wawancaranya dengan BBC seperti diberitakan Autosport.
Delapan tim yang terdiri dari BMW-Sauber, Brawn GP, Ferrari, McLaren, Red Bull, Renault, Toro Rosso dan Toyota mengancam menggelar balapan tandingan mulai 2010. Langkah tersebut mereka ambil sebagai sikap menentang syarat yang diwajibkan FIA bagi seluruh tim yang ingin berpartisipasi tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (delapan tim) sulit berkompromi saat ini karena mereka belum merasakannya hingga akhirnya bulan Maret tahun 2010. Jadi kita masih punya waktu sembilan bulan. Setiap orang boleh mengambil sikap, tapi kita semua tahu saat Melbourne menggelar seri pertama maka kejuaraan dunia F1 akan tetap ada dan setiap orang yang bisa mengikutinya akan tetap berpartisipasi," lanjut Moesley.
"Hal seperti ini selalu bisa dikompromikan karena mereka tak bisa tidak tampil di F1, dan kami juga tak mau kalau kejuaraan ini berlangsung tanpa keberadaan mereka, yang saya bicarakan di sini adalah delapan tim," pungkas pria Inggris berusia 69 tahun itu.
(din/din)











































