Barrichello memang tertinggal jauh dari Button. Dari delapan seri, baru sekali pria Brasil itu mengungguli rekan setimnya, yakni di GP Inggris dua pekan lalu. Di tujuh seri lainnya, Rubinho harus kalah.
Di Australia, Spanyol dan Monako, Barrichello sudah cukup dekat dengan Button. Barrichello sukses membuntuti Button yang jadi juara dengan menempati peringkat dua. Fry menganggap kerja keras Barrichello layak diganjar kemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membalap sejak tahun 1993, prestasi Barrichello mencapai puncak saat bergabung dengan Ferrari dari 2000-2005. Pindah dari tim besar, terbukti pembalap Brasil berusia 37 tahun itu belum habis.
"Dia berusaha dengan sangat keras. Untuk seseorang yang sudah berada di Formula 1 sekian lama, level motivasinya masih mengagumkan. Dia membuat dirinya sendiri bangga," tegas Fry.
(arp/din)










































