Dikutip koran Ingris Times hari Sabtu lalu, Ecclestone mengatakan bahwa dirinya lebih memilih rezim totalitarian ketimbang demokrasi, juga memberi sebuah garis positifΒ pada sebuah cara Hitler.
"Dalam banyak cara, dengan buruk harus saya katakan, di luar kenyataan bahwa Hitler merebut dan menyuruh melakukan banyak hal, yang saya tak tahu apakah dia menginginkannya atau tidak, dia itu berhasil memberi perintah pada banyak orang, dan mampu menyelesaikannya," demikian antara lain pernyataan Ecclestone tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Graumann menambahkan Ecclestone "tak berotak atau dengki --Β atau mungkin dua-duanya". Menurutnya, orang Inggris berusia 78 tahun itu membenturkan F1 ke dinding dan menaruhnya ke dalam risiko besar, menjelang GP Jerman di sirkuit Nuerburgring.
"Hanya seminggu sebelum dimulainya Nuerburgring, tim-tim harus memastikan bahwa siapapun yang menyanjung Hitler, berarti orang itu tidak serius," tegas Graumann dalam wawancaranya dengan koran Handelsblatt.
Dikecam sedemikian rupa, Ecclestone segera melakukan klarifikasi. Lewat harian terpopuler di Jerman Bild, ia mengatakan bahwa ada sebuah kesalahpahaman yang besar tentang pernyataannya itu.
"Dalam wawancara itu kami membahas soal struktur, dan kadang-kadang bagus juga kalau sesuatu bisa ditangani dengan keras dan diputuskan tanpa batasan-batasan," terangnya.
Lalu kenapa dia menyanjung Hitler, dia menjawab, "Saya tidak menyebut Hitler sebagai teladan positif. Saya cuma menunjukkan bahwa sebelum kejahatan-kejahatan buruknya, dia berhasil dalam memperjuangkan para pengangguran dan krisis ekonomi."
Ditanya apakah berniat minta maaf, Ecclestone mengatakan, "Saya tak pernah bermimpi untuk menyakiti perasaan sebuah komunitas. Di antara banyak teman-teman dekatku, mereka orang Yahudi. Semua tahu bahwa saya takkan pernah menyerang kaum minoritas."
(a2s/nar)











































