Dikutip koran Inggris Times hari Sabtu lalu, Ecclestone mengatakan bahwa dirinya lebih memilih rezim totalitarian ketimbang demokrasi, juga memberi sebuah garis positif pada sebuah cara Hitler.
Tak pelak, komentar ini membuat pria berusia 78 tahun itu banjir kecaman. Selain Hitler, Ecclestone juga sempat menyebut mantan pemimpin Irak Saddam Hussein.
Selanjutnya, pria bernama lengkap Bernard Charles Ecclestone itu sudah melakukan klarifikasi. Ia pun juga meminta maaf dan menyesal atas ucapannya.
"Saya benar-benar minta maaf atas komentar soal Hitler dalam wawancara beberapa waktu lalu. Saya benar-benar mengalami kesulitan dan dipermalukan bahwa ucapan saya itu diartikan sebagai dukungan bagi Hitler dan Saddam Hussein. Saya tak akan pernah mendukung orang-orang seperti mereka," ujar Ecclestone seperti dilansir dari Crash.
"Saya belum pernah bertindak sebodoh itu. Ini murni kesalahan saya dan saya sungguh menyesal. Saya benar-benar telah bertindak idiot. Saya minta maaf," tambah pria yang mengaku sempat menangis usai ia mengetahui efek dari ucapannya tersebut.
"Saya berharap dan yakin bahwa permintaan maaf ini akan diterima dengan tangan terbuka," kata Ecclestone dilansir dari SkyNews .
Sayang, justru penolakan yang didapat Ecclestone."Komentar Tuan Ecclestone benar-benar kasar, bodoh, dan tidak peka," demikian tanggapan Jon Benjamin, chief executive dari Dewan Deputi Yahudi-Inggris (Board of Deputies of British Jews) seperti dikutip dari CNN .
Kongres Yahudi Dunia bahkan meminta Ecclestone untuk mengundurkan diri. Namun soal pengunduran diri, Formula One Management (FOM) menytakan hal itu tidak perlu dilakukan.
(arp/roz)











































