Webber tampil luar biasa untuk merengkuh kemenangan pertama dalam karirnya, walaupun harus menjalani drive-through penalty pada balapan yang berlangsung hari Minggu (12/7/2009) malam WIB.
Ia pun menjadi pembalap Australia pertama yang pernah memenangi balapan jet darat sejak AlanΒ Jones di tahun 1981. Ia melakukannya di balapan ke-132 yang diikutinya, setelah sehari sebelumnya juga mencatat pole position untuk kali pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang juga menorehkan hasil manis adalah Ferrari dan Massa. Finish di tempat ketiga menjadi capaian terbaik Masssa sejauh ini. Bagi Ferrari, ini adalah kali kedua mereka mendapatkan podium setelah Kimi Raikkonen menduduki peringkat tiga di Monaco.
Hasil kurang menggembirakan tentu saja dialami Brawn GP. Tampil kurang menggigit di sesi latihan, mereka pun untuk pertama kalinya tidak bisa meraih podium. Sang pimpinan kompetisi Jenson Button hanya berada di tempat kelima, sedangkan Rubens Barrichello, yang sesungguhnya punya peluang besar untuk juara di Jerman, terhempas ke urutan keenam.
Jalannya balapan
Fernando Alonso melakukan kecerobohan saat melintir ke luar trek menjelang akhir lap pemanasan. IaΒ beruntung mobilnya tidak mengalami masalah dan bisa tetap bersiap lomba dari posisi ke-12.
Saat balapan dimulai, Barrichello memberi tekanan hebat buat Webber si pemilik pole. Webber menyenggol badan mobil Barrichello, sehingga pembalap Brasil itu sedikit tercecer ke pinggir.
Lewis Hamilton mengambil keuntungan dari insiden itu dengan menyusup dari sisi kiri. Ia hampir menang sebelum melebar saat membelok di tikungan pertama -- dan melebar lagi di tikungan kedua. Barrichello, setelah mampu menjaga keseimbangannya setelah disenggol Webber, berhasil mengamankan posisi terdepan.
Heikki Kovalainen menguntit Webber di tempat ketiga, dikuti Massa, Button, Vettel, dan Hamilton. Tak lama kemudian Button merebut posisi keempat setelah menyalip Massa dengan gemilang di sebuah tikungan, dan ia langsung memberi tekanan pada Kovalainen.
Nasib sial dialami Hamilton. Di lap kedua ia harus masuk pitstop untuk mengganti bannya yang pecah. Rupanya ia pun bersenggolan dengan Webber di awal balapan. Alhasil, di awal-awal lomba pun juara bertahan ini langsung mundur ke posisi buncit. Bahkan di lap keenam pun ia sudah di-overlap oleh rombongan pembalap terdepan. Tak ada harapan lagi buat andalan McLaren ini.
Sebuah kabar buruk terdengar untuk kubu Red Bull dan terutama Webber. Dari insiden senggolannya dengan Barrichello saat start, ia diputuskan stewart terkena drive through penalty. Peluang untuk memenangi balapan pertama dalam karirnya pun sedikit berkurang.
Barrichello yang memimpin lomba melakukan pitstop pertamanya di lap 14. Webber menguikuti untuk menjalani hukumannya. Paling tidak, sampai saat itu mereka masih berdekatan jaraknya, tentu saja dengan keuntungan di pihak Barrichello. Kovalainen sementara mengambil alih lomba, diikuti Massa.
Kejadian tak mengenakkan dialami Sebastien Bourdais di lap 18, ketika ia nyelonong ke trek rumput dan keluar dengan kecepatan lambat. Satu lap berikutnya ia masuk garasi, berpelukan dengan seorang kru tim. Itukah perpisahan Bourdais dengan Toro Rosso, sebagaimana belakangan ini ia diisukan bakal ditendang tim tersebut karena performanya yang tidak berkembang.
Webber melakukan pergantian ban dan pengisian bahan bakar pertamanya di lap 18. Bagaimanapun ia masih punya kans untuk memburu kemenangan pertamanya, karena Massa yang berada di posisi terdepan masih bisa menahan laju Barrichello di tempat kedua. Di lap 24 Webber bahkan memangkas jaraknya dengan Barrichello sebanyak dua detik.
Insiden lain terjadi di lap 27. Adrian Sutil yang baru menyelesaikan pitstop, disenggol Raikkonen saat menikung, sehingga hidung depan kiri mobil Force India-nya pecah sebagian. Diperkirakan Raikkonen bakal terkena hukuman atas kejadian ini.
Namun, tidak. Delapan lap kemudian Raikkonen malah masuk garasi dan tidak keluar lagi. "Si Manusia Es" mengalami kerusakan mesin pada F60-nya dan menjadi pembalap kedua yang out setelah Bourdais.
Momen terpenting buat Webber adalah hambatan yang dialami Barrichello di lap ke-32, saat melakoni pitstop keduanya. Selang pengisi bahan bakar tampak terlalu lama berada di badan mobilnya. Diduga alat itu macet, sehingga Barrichello kehilangan banyak waktu.
Webber memanfaatkan keadaan itu dengan menggeber lebih mantap RB5-nya. Ia pun mampu mendahului Vettel dan Massa. Peluang untuk meraih kemenangan pun mulai dia miliki.
Saat melakukan pitstop keduanya di lap 43, Webber melakoninya dengan mulus dengan pergantian ke ban medium-nya. Dengan Barrichello yang harus mengambil tiga pitstop, yang ia bahkan disalip Button, Webber semakin lancar untuk menuju titel juara.
Maka ketika kemenangan itu tergapai, pembalap berusia 32 tahun itu begitu histeris. Saat team radio diperdengarkan, yang keluar dari mulutnya hanya teriakan dan jeritan. Ia wajar berekspresi seperti itu karena inilah kali pertama sejak tampil di dunia F1 di tahun 2002, ia berhasil melintasi garis finish sebagai pembalap nomor satu.
Webber menjadi orang ketiga di musim ini yang pernah meraih kemenangan. Dari delapan seri sebelumnya, Button mengambilnya sebanyak enam kali, sedangkan dua lainnya oleh Vettel.
*
(Lihat klasemen sementara di sini)
(a2s/krs)











































