Hari Luar Biasa Webber

Hari Luar Biasa Webber

- Sport
Senin, 13 Jul 2009 00:09 WIB
Hari Luar Biasa Webber
Nurburgring - Terkena penalti di awal balapan, Mark Webber justru meraih kemenangan pertama sepanjang karir balapanya. Sekaligus menyudahi puasa gelar pembalap Australia, inilah hari yang luar biasa buat dia.

Sirkuit Nurburgring kini pastinya tak akan terlupakan sepanjang hidup Webber. Di lintasan sepanjang 5,148 km itu dalam gelaran GP Jerman, Minggu (12/7/2009), driver 33 tahun itu mengakhiri penantiannya untuk bisa memenangi balapan jet darat pertama.

Webber menunjukkan perjuangan yang luar biasa gigih untuk meraih kemenangan perdana, setelah harus menunggu 131 balapan. Bagaimana tidak, Webber sempat harus menjalani drive-through penalty akibat bersenggolan dengan Rubens Barrichello.

Di samping itu, kemenangan Webber terasa semakin emosional lantaran hasil itu menjadikannya sebagai pembalap Australia pertama yang pernah memenangi balapan jet darat sejak tahun 1981. Ia melakukannya di balapan ke-132 yang diikutinya, setelah sehari sebelumnya juga mencatat pole position untuk kali pertama.

Menanggapi kemenangan perdananya tersebut, driver Red Bull ini pun tak kuasa menahan emosinya yang meluap-luap. Termasuk berteriak kegirangan saat menyentuh garis finis sebagai pembalap terdepan

"Ini merupakan hari yang luar biasa bagi saya," ujarnya dengan penuh emosi kepada Autosport.

Webber juga mengatakan bahwa dirinya telah berhasrat untuk meraih podium pertama sejak balapan di Inggris, dua pekan silam. Pembalap berusia 32 tahun ini pun semakin dapat merasakan 'hawa' kemenangan sejak sukses meraih pole position pada babak kualifikasi di hari Sabtu.

"Saya sungguh sangat ingin menang setelah seri Silverstone. Saya pikir saya memiliki peluang yang bagus di sana. Setelah meraih pole, saya tahu bahwa saya memiliki posisi yang bagus untukΒ  memenangi seri tahun ini. Saya pikir satu-satunya hal yang dapat menghambat dan menjadi ujian bagi saya adalah hujan. Namun hal itu tidak terjadi,"

Tentang jalannya balapan, Webber mengatakan bahwa dirinya tidak mengawali lomba dengan baik. Posisinya sempat diambil alih oleh Rubens Barrichello pada awal lomba. Ia pun mengaku salah memperkirakan pergerakan pembalap Brawn GP tersebut.

"Saya tahu bahwa start yang saya lakukan tidak begitu fantastis. Saya kehilangan Rubben pada saat itu. Saya kira dia akan meluncur dari sisi kiri, namun ternyata dia melaju dari sisi kanan, dan saya sempat bersenggolan dengannya," tandasnya.

Makin membuat sukses ini terasa dramatis adalah fakta bahwa kemenangan pertamanya ini justru didapat setelah di jeda musim lalu dia sempat mengalami musibah. Gara-gara kecelakaan saat bersepeda, mantan pembalap Jaguar dan Williams itu sempat mengalami patah kaki, yang membuatnya terancam absen di seri perdana.
(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads