Musim lalu Ferrari bersaing ketat dengan McLaren. Di akhir musim, Ferrari keluar jadi jawara konstruktor meski di sektor pembalap McLaren berhasil mengantar Lewis Hamilton jadi juara dunia.
Beranjak ke musim ini, perubahan regulasi sudah membuat dua tim itu kepayahan. Ferrari bahkan sempat tiga seri membalap tanpa dapat angka sebiji pun. Awal jeblok buat sebuah tim juara bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raikkonen pula yang lantas mengantarkan podium perdana untuk Ferrari pada seri keenam di Monako. Itu pun dia "hanya" kebagian podium ketiga saja.
Akan tetapi, sedari seri GP Monako itu penampilan Raikkonen dan rekannya, Felipe Massa, terbilang membaik. Massa yang di Monako finis di belakang Raikkonen mengulangi posisi finis itu di Inggris setelah sebelumnya menempati posisi enam di Turki.
Di GP Jerman yang dihelat Minggu (12/7/2009), Massa bahkan berhasil mempersembahkan podium kedua untuk Ferrari musim ini dengan finis di tempat ketiga. Raikkonen bukan tak mungkin turut mendulang poin jika saja tak bermasalah dengan mesin.
Dengan hasil yang baru saja dipetik, optimisme pun muncul. Ferrari boleh jadi sudah membidik pengembangan mobil untuk musim depan. Tapi sebelumnya hasil di musim ini juga harus didongkrak agar tim legendaris itu dapat tetap menyudahi musim dengan dagu terangkat tinggi.
"Saya senang, semua orang di tim melakukan pekerjaan bagus dengan pitstop, jadi saya pikir dengan saya meraih hasil bagus seperti ini, podium pasti akan memotivasi tim untuk terus berbebah, menyiapkan mobil yang bagus untuk seri-seri akhir dan mobil luar biasa untuk tahun depan," harap Massa di Autosport.
Masih ada delapan seri musim ini, dengan GP Hongaria jadi yang paling dekat. Ferrari sendiri masih terpaku di posisi empat klasemen konstruktor, di bawah Brawn GP, Red Bull dan Toyota.
Dapatkah Massa & Raikkonen menunjukkan hasil lebih baik Hungaroring 26 Juli depan? Kita tunggu saja. (krs/din)
