Australia Puji Webber

Australia Puji Webber

- Sport
Senin, 13 Jul 2009 18:12 WIB
Australia Puji Webber
Melbourne - Kuda hitam, pantas menang, serta teladan bagi pembalap-pembalap  Australia. Itulah sebagian pujian yang datang dari Negeri Kanguru kepada Mark Webber, terkait degnan kemenangannya di GP Jerman.

Kemenangan yang diraih Webber dalam lomba yang digelar Minggu (11/7/2009) malam WIB bukan hanya bersejarah bagi sang pembalap sendiri.

Bagi Negeri Kanguru, kemenangan pembalap Red Bull itu juga sangat berarti. Sebab, ia menjadi orang pertama Australia yang menjadi juara di sebuah seri F1 sejak Alan Jones melakukannya pada tahun 1981.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ia membalap seperti layaknya bintang. Tim Red Bull menerapkan taktik yang sangat tepat dan Webber telah membuktikan ucapannya sejak ia membalap pertama kalinya di Formula Ford di Australia," demikian dituliskan Paul Gover untuk The Herald-Sun seperti dilansir dari Eurosport.

"Melihat penampilannya di Nurburgring, Webber akan bisa meraih kemenangan lagi di seri yang tersisa. Ia adalah kuda hitam dalam perebutan juara dunia di belakang Jenson Button dan Sebastian Vettel. Ia memang pantas untuk itu."

Australia Grand Prix Corporation (AGPC) menyatakan seluruh bangsa bangga terhadap pencapaian Webber. "Ini hari yang bahagia bagi Mark dan kami sangat senang ia sukses meraih kemenangan, sesuatu yang pantas ia dapatkan. Seluruh negeri merasa sangat bangga. Dedikasinya untuk balapan sangat inspiratif dan kami ingin meraih sukses di waktu-waktu mendatang."

Sementara itu Confederation of Australian Motor Sport Limited menilai kesuksesan Webber layak jadi inspirasi bagi pembalap-pembalap Australia mendatang. "Mark, Anda sudah melakukan yang terbaik. Kami sangat bagga. Sungguh luar biasa melihat suksesnya usai kerja keras dan dedikasinya selama ini," demikian keterangan chief executive Graham Fountain.

Kerja keras Webber mendapatkan apresiasi. Kemenangan ini merupakan yang pertama bagi pria berusia 32 tahun itu sepanjang 130 kali balapan yang ia ikuti. Finish pertama di GP Jerman ini terjadi delapan bulan usai Webber menderita patah kaki yagn ia dapat ketika bersepeda dalam acara amal di Tasmania.

"Ketika ia melompat dengan gembira dari mobilnya, Anda masih bisa melihat pelindung kaki khusus dan ia masih tampak sedikit pincang. Kejadian itu hampir menutup karirnya," demikian kata penulis Motorsport Stuart Sykes.

"Apa yang ia dapat merupakan penghargaan mutlak untuk perjuangan, usaha dan juga talenta cemerlang yang dimiliki Webber." (roz/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads